Mengelola kantin sehat untuk meningkatkan kecerdasan
  • Kamis, 08 Februari 2018
  • Dibaca 2818

Mengelola kantin sehat untuk meningkatkan kecerdasan

Oleh : Yudhi Kurnia

Saat ini, kasus-kasus yang terjadi yang berhubungan dengan konsumsi makanan tidak sehat sangat banyak sekali terjadi. Hal ini terutama di alami oleh para siswa di sekolah-sekolah. Jajanan keseharian yang di konsumsi nampaknya berpengaruh besar terhadap kesehatan mereka. Banyak kejadian para siswa mengalami gangguan pencernaan atau juga mengalami sakit tukak lambung akibat makanan yang mereka konsumsi, yang sudah barang tentu tidak sehat. Sakit yang sedang hingga berat sering di alami oleh para siswa akibat dari konsumsi makanan yang tidak sehat.

 

Butuh pengawasan dan juga usaha ekstra keras baik dari orang tua ataupun guru tentang makanan sehat kepada anak-anak. Banyak dari siswa khususnya, begitu menyukai jajanan yang menurut ahli kesehatan manapun mengatakan jajanan tersebut kurang sehat. Di mulai dari bahan baku, proses pengolahan hingga kedalam bentuk penyajian tidak sesuai dengan kaidah dalam penyajian makanan sehat. Sayangnya, meskipun dari persiapan, proses membuat hingga menyajikan makanan tersebut jauh dari standar atau malah berbahaya, kenyataannya banyak dari anak-anak siswa yang begitu menyukainya.

 

Sudah terbukti banyak penjual yang abai terhadap  faktor-faktor kesehatan. Seperti contoh penggunaan minyak goreng yang berulang terus menerus. Mengakibatkan mutu hasil gorengan menjadi buruk, dampaknya adalah mengganggu kesehatan. Para pedagang berdalih, itu semua mereka lakukan adalah untuk menutupi biaya produksi, karena dengan menggunakan minyak goreng baru setiap melakukan olahan mereka akan mengalami kerugian. Sebab, modal bisa  membengkak.

 

Kecurangan ini tentu saja tidak dapat di tolerir, kesehatan para siswa jauh lebih utama ketimbang keuntungan dari transaksi penjualan makanan tersebut. Jika sudah kejadian, hampir semua penjual tidak mau di salahkan dan bertanggung jawab. Sudah banyak kasus di sekolah, anak siswa terpaksa harus mengalami operasi akibat dari usus buntu yang disebabkan karena pembusukan , makanan tidak terurai dengan baik oleh usus, akibatnya penumpukan makanan dalam usus , jika tidak segera di tangani akan mengakibatkan gangguan kesehatan yang fatal.

 

Melihat fenomena ini, sekolah, baik itu guru, karyawan atau bahkan pedagang  harus mampu memberikan kontribusi solusi. Kita tidak bisa membiarkan para siswa terus-menerus mengkonsumsi jajanan tidak baik tersebut. Entah berapa banyak generasi muda Indonesia yang terganggu kesehatannya akibat dari makanan itu.

 

Salah satu upaya pencegahan konsumsi makanan tidak sehat adalah dengan mengaktifkan kantin bersih, halal dan juga sehat di sekolah-sekolah. Sekolah tidak hanya memikirkan siswa dari sisi akademiknya saja, namun hal-hal di luar akademik seperti pengaturan makanan juga mutlak di perlukan. Agar, cita-cita pendidikan dalam mencerdaskan bangsa dapat tercapai. Karena sekolah dapat menghadirkan generasi yang cerdas dan juga sehat.

 

Sekolah harus mampu menciptakan lingkungan yang betul-betul memperhatikan tidak hanya isi otak akan tetapi juga dengan isi perut mereka. Karena banyak dari kecerdasan-kecerdasan itu muncul dari kondisi perutnya yang sehat. Pernah kita mendengar ungkapan bahwa yang namanya sakit akan membuat otak menjadi sulit untuk berpikir, akibatnya pembelajaran menjadi terhambat, pada akhirnya prestasi pun akan merosot.

 

Mengatur regulasi kantin sehat tidaklah begitu sulit. Sekolah hanya tinggal membuat standar dari jajanan yang sehat dan layak di konsumsi oleh para siswa, kemudian para pedagang kantin mengikuti aturan dari standar yang sudah di tetapkan oleh sekolah. Selain itu, mengedukasi para penjual tentang menu jajanan sehat mutlak di perlukan, buatlah kesepahaman tentang proses pengolahan makanan yang akan di konsumsi oleh para siswa. Dengan hal ini, akan tercipta satu bentuk tatanan pengelolaan sekolah yang cemerlang. Karena dengan makanan yang sehat makan akan di dapatkan pikiran yang jernih dan juga baik.

 

Jika hal di atas adalah berhubungan dengan kebijakan antar sekolah dengan pengelolaan kantin, kini bagaimana jika di lihat dari aspek pembelajaran seperti misalnya pelajaran prakarya. Aspek pengolahan dalam mata pelajaran prakarya membahas tentang berbagai kegiatan yang berhubungan dengan mengolah bahan-bahan makanan menjadi makanan siap santap. Dalam upaya untuk menyehatkan para siswa terlebih untuk urusan makanan maka pembelajaran di kelas harus ada materi yang mendorong kegiatan pembelajaran yang menitik beratkan tentang pentingnya mengkonsumsi makanan yang sehat. Sehingga, dengan pemberian materi tersebut para siswa bisa lebih cermat dalam memilih dan mengkonsumsi jajanannya.

 

Siswa harus betul-betul dipahamkan tentang bagaimana standar pengolahan makanan yang baik menurut kesehatan, baik itu di lihat dari bahan, tempat, proses dan juga penyajiannya. Banyak sekolah yang menganggap kurang penting untuk mengurusi perut siswanya. Namun, dengan konsep full day school maka mau tidak mau sekolah selain juga ahli dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotor, harus juga mampu menyentuh ke ruang-ruang seperti pengaturan asupan makanan yang di konsumsi oleh siswa.

 

Banyak yang menganggap bahwa hal ini adalah ribet, sulit dan menambah kerjaan. Namun harus di ingat bahwa para orang tua yang menitipkan anaknya pun harus di berikan keyakinan tentang keamanan makanan yang mereka konsumsi, dan mampu memberikan jaminan bahwa makanan yang mereka konsumsi itu sehat, aman serta halal.

 

Sekolah perlu memikirkan upaya menertibkan para pegadang yang berjualan di depan sekolah, yang bisa jadi mengolah makanan dengan tidak sehat dan lain sebagainya. Tentunya sekoah tidak boleh abai, sekolah wajib aktif  dalam memberikan pendampingan. Dengan demikian kebutuhan dari pedagang dapat terpenuhi, kesehatan dari anak-anak siswa pun dapat di terjaga dengan baik. ***

 

Berita Terkait