Selamat Hari Guru Nasional – Berjaya dan Semangat Berkarya
  • Sabtu, 19 November 2016
  • Dibaca 2519

Sorak sorai suara, keceriaan dan kegembiraan guru se-Kecamatan Antapani begitu terdengar dan terlihat. Tanggal 12-19-25-27 November, 3 Desember 2016 menjadi tanggal penting dalam rangka kegiatan memperingati HUT PGRI dan Hari Guru Nasional 2016 . Kegiatan yang diisi dengan lomba futsal putra dan lomba bola voli putra dan putri, lomba penampilan seni-seni panggung dan yang lainnya melibatkan guru-guru yang sportif, kreatif, inovatif dan berjiwa seni. Sebagian besar kegiatan ini di selenggarakan di Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Antapani Bandung.

Perhelatan tahunan ini sudah menjadi agenda dan rutin dilaksanakan meski di isi dengan kegiatan sederhana. Ini adalah bentuk kecintaan para guru terhadap organisasi PGRI dan profesi yang digelutinya.

Membacanya sejarah, PGRI lahir pada tanggal 25 November 1945, 100 hari setelah proklamasi Indonesia 17 Agustus 1945. Cikal bakal kelahiran PGRI sebetulnya diawali dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda tahun 1912, kemudian berubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) tahun 1932, kata-kata Indonesia di belakang organisasi tersebut membuat pemerintahan Hindia Belanda kebakaran Jenggot. Sayangnya semenjak kedatangan Jepang segala organisasi dilarang termasuk PGI tidak dapat melakukan lagi aktifitasnya.

Semangat kemerdekaan 17-08-45, telah membangkitkan semangat untuk kembali “menghidupkan” organisasi yang sempat “mati suri” melalui Kongres Guru Indonesia yang diselenggarakan pada 24-25 November 1945 di Surakarta. Dalam kongres tersebut disepakati untuk mengisi kemerdekaan dengan tujuan-tujuan diantaranya :

  1. Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia

  2. Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan.

  3. Membela hak dan nasib buruh umumnya dan guru pada khususnya.

Semenjak kongres tersebut semua guru menyatakan dirinya bersatu dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Rasa, jiwa semangat mengabdi terhadap negeri begitu terpatri di hati para guru waktu itu. Terutama semangat dalam mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih. Dalam arus dinamika politik yang sangat dinamis PGRI masih kokoh setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, profesi, organisasi ketenagakerjaan, yang bersifat unitaristik, independen dan tidak berpolitik praktis hingga saat ini.

Melalui Keputusan Presiden Nomor 78 tahun 1994 Pemerintah RI menetapkan hari Lahir PGRI tanggal 25 November sebagai hari Guru Nasional dan diperingati setiap tahun. Di usia yang sudah sangat mapan ini, PGRI harus menjadi sebuah organisasi yang mampu memberikan kontribusi yang besar untuk kemajuan dalam bidang yang digelutinya yaitu pendidikan. Dengan perubahan pendidikan pada zaman ini PGRI harus mampu memberikan solusi dalam permasalahan bangsa utamanya adalah pendidikan.

Rangkaian kegiatan memperingati HUT PGRI dan Hari Guru Nasional ini merupakan wujud ingatan bukan hanya euforia sesaat saja namun harus bisa membangkitkan dan menyadarkan bagi para pendidik bahwa dipundaknya lah tanggung jawab dalam membesarkan bangsa ini melalui pengabdian dalam pendidikan.

Selamat Hari Guru untuk guru-guruku se-Indonesia, bersyukurlah, bergembiralah, semangat tanpa batas. Dengan ke-ikhlasan dalam mendidik anak-anak bangsa, semoga kebahagiaan dunia dan akhirat guru-guru bisa dapatkan. Amin (SAN)