Berdakwah harus dimulai sedari dini. Sekolah mencetak kader yang cakap ber-amar ma’ruf nahyi munkar.
- Kamis, 15 September 2016
- Dibaca 3052
Satu abad lebih Muhammadiyah berkiprah dan berjuang bersama dalam membangun bangsa. Sudah banyak tokoh-tokoh dari Muhammadiyah yang menjadi tokoh nasional. Kader muhammadiyah adalah kader yang berani untuk mengatakan kebenaran. Meski itu pahit dan sulit untuk dikatakan. Jiwa dakwah harus selalu tertancap di dada masing-masing kader. Semangat ber-amar ma’ruf nahyi munkar terus digelorakan. Sehingga hanya kebenaranlah yang akan tegak pada akhirnya. Dan hanya berpegang kepada Al-Qur’an dan Assunah lah kita semua menjalani hidup ini.
Pendakwah Muhammadiyah tidak lahir begitu saja. Jiwa dakwa mesti dipupuk sedari dini. Sekolah sebagai kawah candradimuka dalam mendidik kader muhammadiyah harus mampu mencetak pendakwah yang di didik dalam suasana yang kondusif, kreatif dan inovatif.
SMP Muhammadiyah 8 Bandun terus berupaya untuk memperbaiki pendidikan secara internal maupun eksternal. Hal ini dilakukan agar pendidikan Muhammadiyah bisa sejalan dengan apa yang telah dicanangkan dan dicita-citakan oleh para pendiri Muhammadiyah dimasa yang telah lampau. Aktifitas pendidikan di kompleks sekolah adalah pengkondisian untuk menyiapkan kader muhammadiyah yang teguh imannya, cerdas otaknya serta baik akhlaknya.
Untuk menciptakan hal diatas sekolah mengadakan kegiatan ceramah yang disampaikan oleh siswa, atau dalam istilah sekarang sering disebut Kultum ( Kuliah Tujuh Menit ) yang dilakukan oleh seorang siswa dihadapan teman-teman dan guru selepas pelaksanaan Sholat Dzuhur berjamaah. Materi yang dibawakan adalah hasil kajian dari yang siswa sendiri. Hal ini mendorong siswa untuk dapat menggali informasi secara mandiri. Namun dengan tetap meminta bimbingan serta arahan dari guru yang telah ditunjuk, dalam hal ini adalah guru PAI.
Materi yang diusung bisa dari berbagai segi. Utamanya adalah materi yang paling dekat dengan para siswa. Sudah beberapa tahun kebelakang program ini dimulai, harapannya akan lahir kader-kader muhammadiyah yang mampu berdakwah melalui lisannya. Dengan demikian Muhammadiyah tidak akan kehilangan generasi pendakwah. Muhammadiyah bisa melakukan regenerasi dalam berdakwah.
Kamis – 15 September 2016, Ananda M. Harist berkesempatan untuk memberikan materi ceramahnya didepan teman-temannya dan gurunya. Materi yang disampaikan adalah mengenai keutamaan dalam membaca Al-Qur’an. Dimana apabila kita dekat dengan Al-Qur’an maka akan banyak keuntungan yang didapat. Kasih sayang Allah SWT tentulah bersama orang-orang yang mencintai Al-Qur’an, mengaji, mengkaji dan mengamalkan isi Al-Qur’an.
Sungguh materi yang sangat bagus. Diharapkan inti materi yang disampaikan bisa kena ke hati Ananda Harist pada khususnya, dan orang-orang yang mendengarkan isi kultum pada umumnya. Semoga dengan kegiatan ini para siswa khususnya yang memberikan ceramah senantiasa diberi ke Istiqomahan dalam mencari ilmu dan berbagi ilmu. Insya Allah kesempatan kamis depan akan ada lagi siswa yang terpilih untuk menyampaikan materi ceramahnya. ( SAN )









.jpeg)
