Workshop Tenaga Kependidikan dalam Rangka Meningkatkan Mutu Layanan di MAPSS
  • Senin, 08 Januari 2018
  • Dibaca 2761

Sabtu, 06 Januari 2018 – Komplek Perguruan Muhammadiyah SD-SMP Muhammadiyah Antapani Bandung atau sering di sebut dengan nama Muhammadiyah Antapani Primary Secondary School (MAPSS), mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan di lingkungan MAPSS. Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh tenaga kependidikan yang ada di lingkungan MAPSS. Sebuah kegiatan yang unik, kegiatan untuk pertama kalinya ini di laksanakan oleh Kepala Sekolah MAPSS yang di dukung oleh para WAKA-nya. Kepala sekolah beserta waka terjun langsung dalam mempersiapkan kegiatan ini. Para tenaga kependidikan betul-betul hanya tinggal datang, duduk dan memperhatikan kegiatan workshop yang di laksanakan. Untuk pertama kalinya, semua persiapan kegiatan tidak melibatkan tenaga kependidikan, baik itu dalam menyiapkan ruangang, alat pengeras suara, meja-kursi, konsumsi dan lain sebagainya itu di lakukan oleh kepala dan wakil kepala komplek Antapani. Untuk masalah keamanan selama tenaga keamanan mengikuti kegiatan workshop di bantu oleh tenaga dari guru Olahraga. Pemandangan yang jarang-jarang terjadi guru menggunakan seragam keamanan. 

Kegiatan ini untuk pertama kalinya di laksanakan secara eksklusif, karena di ikuti oleh tenaga kependidikan tanpa di satukan dengan tenaga pendidik ( guru ) seperti yang biasa di laksanakan di kegiatan workshop terdahulu. Para tenaga kependidikan yang terdiri dari Ketertiban ( Satpam), satuan kebersihan, satuan administrasi Tata Usaha dan keuangan, satuan kepegawaian dan petugas perpustakaan ikut larut dalam kegiatan yang di selenggarakan seharian penuh dimulai pukul 08.00 – 16.00.

Tidak terlihat wajah letih dan lelah dari para tenaga kependidikan dalam mengikuti kegiatan tersebut, yang ada adalah semangat untuk menyimak pemaparan yang di sampaikan oleh pemateri yang terdiri dari Ir. Bambang Wisono, M.BA dan Dr. Nan Rahminawati, Dra., M.Pd. keduanya adalah tim dari Local Government Institute Studies ( LOGIS ). Pemaparan yang begitu apik dan juga asyik, menyasar materi secara teoritis dan juga praktis. Sangat mudah di pahami oleh para peserta workshop. Kenapa demikian, karena sebagian besar materi yang di berikan sebetulnya untuk memperkuat dari yang sudah di kerjakan oleh para tenaga kependidikan di lapangan sehari-hari. Dan juga memberikan ilmu-ilmu baru yang selama ini mungkin belum di ketahui.

Dalam workshop yang bertema “tenaga kependidikan berdaya memberikan layanan paripurna” ini sekolah berharap akan lahir dan terbentuk pribadi tenaga kependidikan yang menjalankan tugas secara profesional dan bermutu. Mutu layanan dalam sebuah lembaga terkhusus pendidikan akan menjadi gerbang utama datangnya kepercayaan publik terhadap lembaga. Tanpa adanya mutu layanan yang baik maka citra sekolah akan melorot drastis, manakala kepercayaan publik menurun atau bahkan celakanya hilang maka kan sulit sekali untuk di dapatkan kembali. Terlebih untuk sekolah swasta, mutu layanan adalah faktor utama dari banyaknya kepercayaan masyarakat dalam menyekolahkan buah hatinya di sekolah.

Melalui workshop ini para peserta di berikan ilmu-ilmu baru yang sangat bermanfaat terkait dengan layanan yang harus di berikan terhadap konsumen. Para peserta di buka wawasan tentang pentingnya senyum dan juga pelayanan yang maksimal dan fokus terhadap tupoksi yang embannya. Tidaknya hanya itu di jelaskan pula tentang pentingnya kerjasama dalam menjalankan layanan terhadap konsumen yang memerlukan layanan dari sekolah.

Kegiatan-kegiatan awal para peserta minta untuk menuliskan tentang masalah-masalah yang sering timbul di lingkungan sekolah. Dengan data masalah yang ada tersebut maka pemateri menjadi tahu permasalahan apa yang ada dan menjadi kendala di komplek MAPSS terkait dengan layanan mutu. Dari data masalah yang terkumpul ada beberapa point yang muncul diantaranya adalah perparkiran, masalah policy dan juga tupoksi serta standar tugas dan pokok fungsi dari masing-masing divisi. Tidak hanya ada beberapa masalah lain seperti banyak orang tua yang sering tidak sabaran dan lain sebagainya. Dari data ini pemateri jadi lebih tahu tentang masalah yang ada dan dialami serta menjadi kendala bagi para tenaga kependidikan di MAPSS.

Setelah brainstorm pertama dilanjutkan dengan pertanyaan kedua mengenai masalah-masalah yang timbul dalam layanan. Muncul beberapa masalah diantaranya adalah kurangnya layanan dalam perparkiran, selain itu dalam ketertiban di satuan pengamanan dan juga dalam satuan kebersihan. Kurang baiknya komunikasi antar bagian juga menjadi sebuah masalah yang cukup mengganggu dalam keberjalanan layanan di Kompleks MAPSS. Namun ada beberapa inti masalah yang sangat mengganggu dalam layanan mutu, satu di antaranya adalah kemacetan yang terjadi pada saat kedatangan peserta didik dan juga kepulangan. Dengan adanya masalah ini ternyata telah membawa citra kurang begitu enak, sekolah menjadi biangnya kemacetan di wilayah kadipaten raya dan sekitarnya.

Tidak hanya diskusi tentang teori layanan, namun para tenaga kependidikan juga melakukan simulasi terkait kegiatan layanan yang selama ini berjalan. Salah satu diantaranya adalah tentang tugas dan fungsi dari Satuan Pengamanan, One Stop Service, Administrasi, Kebersihan, Keuangan, Kepegawaian dan juga tata usaha. Dalam simulasi tersebut di hasilkan temuan-temuan dalam layanan yang sudah baik dan yang kurang. Untuk yang sudah baik di harapkan untuk terus di jalankan, untuk yang kurang agar di perbaiki.

Dari kegiatan workshop ini di dapatkan ilmu-ilmu baru tentang bagaimana melakukan kegiatan layanan yang bermutu tinggi. Para tenaga kependidikan seharusnya mampu mengetahui hal-hal tentang sekolah. Baik itu dari program sekolah, pembiayaan sekolah, keunggulan sekolah, tugas dan fungsi bagian-bagian disekolah dan lain sebagainya. Setiap tenaga kependidikan di haruskan mengetahui alur kegiatan dalam persekolahan, bagaimana memberikan layanan terhadap orang tua, siswa, tamu yang datang ataupun yang memerlukan layanan dari sekolah.

Sekolah harus dapat membuat buku pintar tentang sekolah. Buku ini berisi tentang bagaimana isi sekolah. Baik itu program, kegiatan, sarana-prasarana dan lain sebagainya. Sehingga dengan adanya buku ini di harapkan menjadi penerang informasi bagi siapa saja yang membutuhkan.

Banyak Pekerjaan Rumah yang harus di selesaikan terkait dengan layanan paripurna sekolah. Workshop ini adalah awalan dari workshop yang akan di lakukan waktu kemudian. Kegiatan satu hari baru cukup membuka wawasan hanya sedikit dari bagaimana meningkatkan mutu layanan di Komplek Perguruan MAPSS. Namun demikian, hal-hal yang menjadi kendala layanan di lapangan dapat di ketahui dalam kegiatan workshop kali ini.

“Melakukan pekerjaan dengan penuh rasa keikhlasan merupakan dasar dari terciptanya layanan yang bermutu tinggi dari sebuah lembaga”.

Melalui workshop ini, para tenaga kependidikan bertekad untuk memberikan layanan yang maksimal yang di canangkan dalam tema “tenaga kependidikan berdaya memberikan layanan paripurna”. ( admin )