Pagi Berseri Bersama POLRI
  • Senin, 06 Februari 2017
  • Dibaca 2641

Oleh : Yudhi Kurnia

 

Upacara Senin – 06 Februari 2017 di Komplek Muhammadiyah Antapani Bandung mendapatkan suntikan materi yang begitu menarik. Upacara senin yang biasa dilakukan, terasa menjadi sangat luar biasa . Pasalnya Pembina Upacara yang mengisi materi saat itu adalah dari Kepolisian Sektor Antapani. Hubungan antara pihak sekolah dengan kepolisian terjalin dengan baik. Hal demikian di karenakan pihak sekolah ataupun dari kepolisian menyadari bahwa persoalan pendidikan dan pencerahan untuk masyarakat tidak bisa di jalankan secara sendiri-sendiri. Perlu adanya jalinan kerjasama di antaranya adalah dengan pemberian materi ataupun penyuluhan tentang program atau informasi yang sedang hangat ditengah masyarakat saat ini dan wajib di ketahui oleh masyarakat.

 

Kedatangan pihak kepolisian ke sekolah bermaksud agar lebih mendekatkan lagi antara polisi dengan pihak sekolah dan anak-anak terutamanya. Jangan sampai ada anggapan bahwa polisi hanya ada saat ada masalah saja. Namun, seyogyanya kepolisian haruslah menjadi pengayom dan pelindung masyarakat dan berada ditengah masyarakat. Dalam amanatnya Pembina Upacara yang disampaikan oleh Bapak Solehudin ini begitu mengena dengan kondisi saat ini, dimana masih ada ketakutan di diri anak-anak akan polisi. Padahal seharusnya anak-anak harus bisa dekat dengan polisi dan dapat memberikan laporan disaat dirinya mendapatkan ancaman ataupun hal yang bisa membahayakannya. Di samping itu juga anak-anaka harus berani melaporkan kepada orang tua, dan guru di sekolah apabila ada sesuatu yang membahayakan dirinya.

 

Dalam amanatnya Bapak Solehudin menyampaikan informasi mengenai tindak laku kejahatan yang marak dan patut menjadi kewaspadaan untuk semua. Di antara tindakan tersebut ternyata para pelaku maupun korbannya adalah remaja sekolah. Tindak kejahatan tersebut di antaranya :

  1. Aksi tawuran antar pelajar dengan berbagai latar belakang dan kepentingan.
  2. Menjadi anggota geng motor.
  3. Penyalahgunaan narkoba maupun obat-obatan terlarang lainnya.
  4. Mabuk dengan meminum minuman keras.
  5. Aksi penjambretan ( pencurian dengan kekerasan)
  6. Melakukan penganiayaan.
  7. Pelecehan seksual/pemerkosaan.
  8. Pembunuhan,
  9. Pelanggaran lalu lintas (kebut-kebutan dijalan ataupun belum mempunyai izin mengemudi/SIM)

 

Dengan semakinnya banyak tindakan kejahatan yang beredar maka di himbau untuk :

  1. Berpegang teguh terhadap ajaran Ke-Islaman dan nilai kebaikan yang telah diajarkan oleh Rosululloh SAW.
  2. Menjadikan sekolah sebagai tempat untuk menuntut ilmu; jangan di jadikan sebagai tempat selain untuk menuntut ilmu.
  3. Jangan punya rasa bangga karena di takuti, namun banggalah karena di hormati.
  4. Jangan pernah mencoba untuk menjadi anggota Geng Motor, karena hanya akan meresahkan dan pastinya akan merugikan diri sendiri.
  5. Jangan pernah ingin mencoba narkoba dan obat terlarang lainnya. Karena hanya akan merugikan masa depan. Berani katakan “ Tidak Dengan Narkoba”.
  6. Mempunyai masalah ceritakan dengan orang tua, atau minta bantuan guru dan bila masalahnya berhubungan dengan tindak kejahatan segera laporkan ke Pihak Kepolisian.
  7. Beraktifitas dengan hal-hal yang berguna.
  8. Tingkatkan tali silaruahim dengan keluarga, guru di sekolah.
  9. Jangan berani membawa kendaraan bermotor manakala belum mempunyai SIM.
  10. Patuh dan taat terhadap peraturan yang diberlakukan disekolah.
  11. Perbanyaklah ikut kegiatan positif seperti ekstra kurikuler dan lainp-lain.
  12. Azzamta dalam hati anak-anak semua bahwa kalian merupakan kader bangsa. Dan akan menggantikan generasi yang sebelumnya.
  13. Jangan pernah untuk menyimpan data yang tidak berguna baik di telepon, laptop ataupun media online yang lainnya.
  14. Jangan pernah membolos dan beraktifitas diluar sekolah yang tidak baik.

 

Demikian beberapa amanat yang di sampaikan oleh Bapak Solehudin selaku Pembina Upacara, di akhir amanatnya beliau mendoakan semoga para anak-anak didik SD-SMP Muhammadiyah Bandung dapat menjaga diri dari hal-hal negatif dan bisa terus mengukir prestasi sedari dini. (SAN)

 

Berita Terkait