SEMANGAT PERSAUDARAAN DI OLYQ 3
  • Kamis, 13 April 2017
  • Dibaca 2360

SEMANGAT PERSAUDARAAN DI OLYQ 3

Oleh Dani Setiawan

 

SD-SMP Muhammadiyah Antapani akhir-akhir ini sedang disibukan dengan kegiatan OLYQ 3 yang akan diselenggarakan pada tanggal 26-27 april 2017. Kesibukan yang luar biasa ini pun dirasakan oleh seluruh guru, karyawan bahkan siswa dalam mempersiapkan perhelatan akbar ini. Membagi kewajiban sebagai pendidik dan panitia adalah sebuah pengorbanan yang harus kami jalankan, demi terwujudnya ukhuwah Islamiyah.

OLYQ 3 akan menjadi catatan sejarah bagi kota Bandung, khususnya Antapani. Mengapa? karena akhir bulan ini Antapani akan dibanjiri ribuan peserta dari berbagai pelosok negeri ini bahkan negara-negara tetangga. Sungguh sangat disayangkan bila momen besar ini tidak dimanfaatkan oleh sekolah-sekolah Muhammadiyah yang punya cita-cita besar ingin memajukan sekolahnya. Apalagi sekolah Muhammadiyah yang berada di Jawa Barat, khususnya kota Bandung yang lokasi kegiatannya tidak terlalu jauh. Seyogyanya menjadi sebuah kesempatan berharga, mengingat tahun depan lokasi kegiatan OLYQ ini akan menjadi giliran kota lain.

Gemetar hati ini, betapa semangat tanpa batas dari virus kemajuan yang ditularkan oleh JPSM Indonesia telah menular menjangkiti para peserta dari sekolah-sekolah Muhammadiyah seantero negeri ini, bahkan hingga mancanegara. Malu rasanya bila tuan rumah tidak lebih semangat dari tamunya. Meski kami menyadari akan banyak energi dan materi yang akan kami wakafkan untuk kegiatan ini, tapi inilah sebuah konsekwensi untuk mewujudkan Islam berkemajuan.

Persiapan untuk menyambut para peserta yang membawa semangat persaudaraan dan berkompetisi sudah kami rancang, besar harapan tidak mengecewakan para peserta. Kerja keras panitia setiap hari dalam mempersiapkan kebutuhan kegiatan, melayani dan memantau perkembangan jumlah para peserta yang ikut, menjadi ciri semangat luar biasa. Inisiatif dan saling berbagi tugas untuk memberi kelancaran dan kemudahan kegiatan menjadi pemandangan yang kerap diperlihatkan panitia OLYQ 3. Semangat juang rekan-rekan dari Papua dan kota lainnya yang jarak tempuhnya cukup jauh dengan kota kembang semakin membakar semangat kami, bak kebakaran hutan yang api nya sulit dipadamkan.

Meski sebetulnya kami belum memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan OLYQ ini, tapi tak membuat kami menjadi patah semangat. Justru keberanian kami menjadi tuan rumah adalah jawaban dari kesungguhan keinginan akan kemajuan.

Berita Terkait