BAND MUDAL BERPRESTASI
  • Senin, 13 Maret 2017
  • Dibaca 2439

Masa SMP adalah masa pencarian jati diri, dimana anak-anak mengalami perubahan karakter dan masalah ketidakkonsistenan terhadap suatu jenis kegiatan yang dipilihnya. Tidak semua siswa dapat konsisten mengembangkan bakatnya dibidang non akademis, tentunya butuh peran orang tua dan sekolah untuk mendukungnya. SD-SMP Muhammadiyah Antapani membantu memahami beragam masalah yang dihadapi oleh siswa, termasuk mensupport sekaligus menyalurkan bakat dan minat siswa dibidang musik hingga mampu berprestasi.

Meski sekolah belum memiliki fasilitas band, tapi bukan sebuah alasan untuk tidak mengembangkan dan menyalurkan bakat siswa dibidang musik. SD-SMP Muhammadiyah Antapani tidak hanya memiliki group band guru, tapi band siswa pun juga ada. Proses latihan yang dilakukan sementara ini adalah menyewa studio band terdekat, latihan dilakukan setelah selesai KBM atau di hari sabtu saat libur sekolah. Thian, Athar dan kawan-kawan dari kelas IX, merupakan beberapa siswa yang tergolong konsisten dalam berkreasi seni di sekolah, pasalnya bakat yang mereka miliki tak hanya disupport oleh sekolah, juga mendapat dukungan penuh dari orang tua. Dengan adanya saling mendukung ini, sehingga keinginan siswa, orang tua dan sekolah sejalan seirama.

Tidak mudah menciptakan kemistri diantara anak-anak usia SMP, keegoisan dan perbedaan pendapat diantara mereka mengenai musik terkadang berhujung pertengkaran ringan. Fungsi guru seni musik dan kesiswaan menjadi pembimbing dan mengarahkan untuk meminimalisir terjadinya hal-hal yang demikian. Menciptakan suasana persahabatan "bagai kepongpong" dalam latihan menjadi sangat penting, agar terjalin komunikasi yang baik diantara mereka. Bila komunikasi bermusik sudah terjalin, maka proses kreativitas yang mereka lakukan akan berjalan baik.

Dalam rangka mewujudkan dukungan sekolah terhadap kegiatan positif, maka sekolah sentiasa memberikan kesempatan band siswa untuk menampilkan hasil latihannya, baik yang dilaksanakan di sekolah ataupun diluar sekolah. Penampilan adalah sarana mereka untuk "unjuk gigi," sehingga mereka semakin percaya diri, berani tampil depan publik, dan dapat mengukur kemampuan serta kekompakannya dalam bermain musik. Ini merupakan salah satu langkah sekolah untuk menambah jam terbang, menguji mental dan pengalaman mereka dalam bermusik.

Festival band antar pelajar se-kota Bandung tahun 2016 menjadi ajang pembuktian dan mengukur seberapa jauh kesungguhan mereka dalam bermain bermusik. Juara Harapan 1 menjadi modal dasar mereka untuk kembali bangkit mengevaluasi kekurangannya. Sehingga di tahun ini, pada hari sabtu, 25 februari 2017, mereka tertantang untuk memperbaiki kekurangan tersebut dengan kembali mengikuti festival band antar pelajar se kota Bandung yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan BPI 1 Bandung. Wal hasil, group band mudal berhasil meraih juara lll pada festival band antar pelajar yang diikuti oleh beberapa sekolah menengah pertama di kota Bandung. Kerja keras yang patut diapresiasi, karena tak mudah untuk dapat bersaing dengan group band pelajar terbaik sekolah lain.

Mudah-mudahan dengan prestasi yang telah diraih dari bidang musik ini, semakin menambah kepercayaan diri untuk senantiasa berkreasi seni dan berprestasi. (Dan's)