JUARA ROBOT TINGKAT JAWA BARAT 2017
- Senin, 27 Februari 2017
- Dibaca 2585
Oleh Dani Setiawan
Selesai melaksanakan tugas dan tanggungjawab untuk mengawal peserta super camp2017 pada tanggal 23-24 februari 2017 di Kiara Payung-Jatinangor Kab.Sumedang, tugas berikutnya mengawal anak-anak untuk lomba robotika tanggal 25 februari 2017 sudah menanti. Belum terobati rasa kantuk dan lelah, harus kembali menghadapi kewajiban sebagai kesiswaan yang memiliki tugas untuk mensupport, melayani dan mendampingi siswa dalam rangka memberikan kemudahan dan kelancaran menyalurkan bakat dan minat agar dapat berprestasi. Ini adalah sebuah konsekuensi dari sebuah amanah, yang harus di jalankan dengan baik. Kalau kata Prof.Iro, ini yang disebut dengan semangat tanpa batas, mungkin ini adalah efek dari membaca buku beliau kembali yang berjudul semangat tanpa batas yang selalu tersimpan di meja kerja.
Rasa lelah dan kantuk akibat kurang tidur setelah mengemban tugas perkemahan, sedikit mengganggu aktivitas disela kegiatan pendampingan lomba. Namun, rasa itu "dihancurkan" oleh semangat anak-anak TRM (Team Robotics Mudal) yang sudah siap untuk berkompetisi melawan kompetitor-kompetitor terbaik di tatar sunda. Malu rasanya bila siswa memiliki semangat yang luar biasa, sedang kesiswaannya tidak memiliki semangat yang sama. Demi membuktikan lembaga pendidikan Muhammadiyah yang tak mau kalah hebat, maka sirna semua rasa lelah dan kantuk.
Guyuran hujan dipagi hari seolah menjadi sebuah isyarat, rahmat dari ilahi yang turun dan dipersembahkan untuk kami yang siap untuk maju bertarung. Hujan tak menyurutkan semangat kami untuk berangkat ke lokasi lomba pagi itu, tak sedikitpun rasa malas itu mengganggu semangat yang sudah berkobar. Jiwa ksatria tertanam dalam dada anak-anak, kalah dan menang tetap disyukuri, tidak menjadi kecil hati atau kapok bila ternyata belum mendapatkan kesempatan juara.
Jawaban atas doa dan perjuangan dikabul-Nya. TRM mampu membuktikan kehebatannya dihadapan sekolah-sekolah hebat tatar sunda, Beberapa team robot SMP Taruna Bakti dan BPK Penabur di babak final berhasil dibuat "tak berdaya" oleh team robot SMP Muhammadiyah 8 Bandung. Sehingga TRM yang beranggotakan kelas IX yakni Muhammad Faisal, Steven, Tio dan Muhammad Ainan dapat mempersembahkan kado indah diakhir bulan februari 2017, sekaligus menjadi obat mujarab bagi pendampingnya dikala lelah dan kantuk melanda. Juara 1 dan 2 dalam kategori robot maze solving sebuah pencapaian luar biasa yang tidak diduga-duga, karena dua team yang kami kirimkan semuanya menjadi juara.
Kompetisi robot tingkat Jawa Barat ini merupakan ajang pembuktian TRM kepada para kompetitornya, bahwa sekolah- sekolah Muhammadiyah jangan pernah dipandang sebelah mata. TRM akan selalu hadir dan siap dengan "amunisi-amunisi"nya, untuk menjadi sekolah Islam yang disegani oleh para kompetitornya.
*Bandung, 26 Februari 2017*










.jpeg)
