NASIHAT GURU BESAR UPI
  • Selasa, 24 Januari 2017
  • Dibaca 2229

NASIHAT GURU BESAR UPI

Oleh Dani Setiawan

____________________

Pengajian yang penuh inspirasi dan motivasi perubahan bagi lembaga pendidikan Muhammadiyah. Pengajian yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bandung ini dilaksanakan sebulan sekali, menghadirkan pemateri-pemateri inspiratif. Termasuk pemateri pada minggu, 22 januari 2017 ialah Prof.Dr.H.Udin Saefudin,P.hd. beliau merupakan salah satu guru besar Universitas Pendidikan Indonesia yang juga diberikan amanah sebagai bagian dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat. Tema yang diangkat dalam pengajian tersebut ialah Penguatan Pendidikan Muhammadiyah yang mencerahkan dan berkemajuan.

Menyimak uraian materi yang disampaikan dari awal hingga selesai tidak ada rasa jenuh, menyimak paparan penuh inspirasi dihiasi humoris dari seorang kader Muhammadiyah yang pernah menuntut ilmu di Singapura ini. Pengajian ini dihadiri oleh seluruh pleno PDM kota Bandung, PCM Kota Bandung dan para pimpinan lembaga pendidikan Muhammadiyah Kota Bandung. Meski yang hadir dalam pengajian ini tak seramai orang ketika umat Islam menghadiri aksi damai, tapi begitu berkesan dan bermakna. Banyak ilmu yang didapatkan dari sang Profesor, kiat agar menjadi lembaga pendidikan Muhammadiyah yang dapat mencerahkan dan berkemajuan.

Menurut beliau, ada beberapa hal yang menjadi sangat penting diperhatikan dalam membangun sekolah yang mencerahkan dan berkemajuan. Lembaga pendidikan harus pandai-pandai dalam menentukan pimpinan yang berkomitmen, karena penyelenggaraan pendidikan tergantung pada komitmen pimpinannya. Komitmen disini adalah kesediaan dalam berkorban demi kemajuan lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Pimpinan sekolah merupakan sosok yang menentukan, karena pimpinan sekolah akan membuat sekolah itu berbeda, yang membedakan adalah komitmennya. Bila komitmennya biasa saja, maka hasilnya biasa-biasa saja, tapi bila komitmen lebih dari biasa, maka hasilnya akan luar biasa.

Dalam mewujudkan sekolah Muhammadiyah yang mencerahkan dan berkemajuan, sekolah harus mampu merubah kondisi masyarakat, bukan masyarakat yang merubah pendidikan. Untuk itu pentingnya visi dan misi sekolah disampaikan dan diketahui oleh masyarakat, agar sejalan dan mendapatkan kelancaran. Adapun langkah yang dapat ditempuh yakni melalui stake holder, orang tua, siswa dan masyarakat lainnya. Sehingga pendidikan Muhammadiyah akan maju mencerahkan dan berdampak banyak pada umat.

Sekolah Muhammadiyah harus senantiasa merubah mind set, agar sejalan dengan cita-cita Muhammadiyah menuju gerakan Islam berkemajuan. Salah satu langkah sekolah yang harus dilakukan dalam mempersiapkan gerakan berkemajuan tersebut ialah dengan mendesain kurikulum. Menurut Prof. Dr.H.Udin Saefudin, P.hd. Kurikulum lembaga pendidikan Muhammadiyah harus melebihi standar dari negara, minimal standar negara, karena ini yang akan menjadi kelebihan dan daya tarik masyarakat. Kemudian yang tak kalah pentingnya ialah fasilitas sekolah, karena fasilitas yang baik akan memberikan kemudahan dan kelancaran dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Membangun sekolah bermutu itu dimulai dari fasilitas dan pengelola. Ada 5 cara mengembangkan mutu yang disampaikan pemateri untuk menuju budaya mutu diantaranya sebagai berikut:
1. Sosialisasi, proses konsistensinya minimal 2 tahun,
2. Modelling atau contoh, prosesnya minimal 3 tahun
3. Fasilitasi, prosesnya minimal 5 tahun
4. Apresiasi
5. Forcing (pemaksaan/cabut/stop).

Demikian secuil ilmu yang didapatkan pada pengajian bulanan yang diselenggarakan oleh PDM Kota Bandung. Mudah-mudahan dapat bermanfaat dan menjadi motivasi untuk perubahan bagi kita semua dalam rangka mempersiapkan sekolah Muhammadiyah yang mencerahkan dan berkemajuan.

Bandung, 22 Januari 2017

Berita Terkait