Ubah air kotor menjadi jernih, praktik Prakarya aspek Rekayasa
- Minggu, 30 Oktober 2016
- Dibaca 4167
Mata pelajaran Prakarya bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap percaya diri siswa melalui produk yang dihasilkan sendiri dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di lingkungan sekitar. Prakarya juga merupakan ilmu terapan yang mengaplikasikan pelbagai bidang ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan masalah praktis yang secara langsung mempengaruhi kehidupan siswa sehari-hari.
Ruang lingkup dalam pembelajarannya meliputi aspek Kerajinan, Pengolahan, Rekayasa dan Budi daya. Dengan keempat aspek tersebut para peserta didik diharapkan untuk bisa berkarya dan menghasilkan produk yang dihasilkan dari bahan sekitar. Dikarenakan disetiap daerah mempunyai potensi yang berbeda-beda maka setiap hasil produk dari setiap daerah akan berbeda meski materi yang sama. Ini memungkinkan siswa untuk meng-explore produk menjadi lebih banyak lagi sesuai dengan potensi daerah yang di miliki.
Dengan hadirnya materi-materi yang bersentuhan langsung dengan kehidupan keseharian mereka, diharapkan akan lahir solusi yang kreatif dan inovatif untuk masalah-masalah yang ada dilingkungan mereka utamanya mengenai pengelolaan sumber daya sekitar. Sehingga para siswa mempunyai keterampilan dalam menyelesaikan permasalahan yang ada disekitar mereka.
Bandung 24 Oktober 2016 tepatnya daerah Pasteur dan Pagarsih baru-baru ini mengalami musibah banjir yang cukup dahsyat. Banjir berakibat kesengsaraan, hilang harta, bahkan tidak sedikit juga nyawa. Sebetulnya banyak faktor yang mengakibatkan musibah banjir ini terjadi , salah satunya adalah daerah hulu yang sudah gundul karena hutan ditebang, masyarakat yang sering buang sampah sembarangan kesungai dan lainnya.
Yang sering langganan banjir adalah daerah kabupaten Bandung. Baru-baru ini Garut dilanda banjir bandang dan masih banyak lagi daerah yang lainnya. Dari musibah banjir ini banyak orang yang mengungsi ketempat lebih aman. Banyak orang yang hidup alakadarnya di pengungsian. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih pun sangat kesulitan, meskipun air banjir dimana-mana namun tidak bisa dikonsumsi. Sehingga diperlukan pengolahan air yang bagus agar dapat digunakan baik itu untuk mencuci, mandi dan lain sebagainya.
Melihat fenomena ini dalam aspek rekayasa ada satu materi aplikatif yang angat cocok apabila diterapkan dalam pembelajaran untuk siswa. Materi tersebut adalah alat penjernih air. Para siswa di dorong untuk bisa membuat satu alat berupa penjernih air. Dari alat ini, air yang tadinya kotor akan diolah menjadi air yang bisa dimanfaatkan untuk mandi dan mencuci. Kedepannya sangat mungkin jika air bisa langsung di minum.
Sebelum pembelajaran para siswa digiring untuk memahami fenomena yang sedang berkembang, khususnya masalah-masalah yang perlu diselesaikan disekitar mereka. Diantaranya adalah musibah banjir dan banyaknya kekurangan air bersih di pengungsian.
Alat penjernih air terdiri dari alat-alat penyaring aktif dan tidak aktif. Pada kesempat ini alat sederhana yang dibuat para siswa adalah menggunakan bahan tidak aktif. Meski demikian diharapkan siswa tetap bisa praktik langsung dan memahami tentang bagaimana proses dalam penjernihan air. Dalam rentang minggu ke empat bulan oktober ini para siswa kelas VII praktik rekayasa pembuatan penjernih air dengan menggunakan bahan-bahan yang ada disekitar mereka.
Kegiatan ini dilaksanakan secara berkelompok. Pada jam pembelajaran para siswa membawa bahan-bahan yang akan digunakan untuk praktikum. Diantaranya adalah ijuk, kerikil, pasir halus, arang batok kelapa dan botol mineral 1500 ML. bahkan tidak jarang juga siswa membawa alat tambahan yang menurut mereka bisa dimanfaatkan untuk menjernihkan air.
Tahapan pembuatannya para siswa memotong bawah botol kemudian memasukan bahan ijuk, kerikil, arang batok kelapa, dan pasir halus masing-masing setebal 10 cm secara berurutan. Kemudian setelah selesai di uji coba dengan air kotor, dalam sekali siklus pengujian hasil belum begitu memuaskan namun setelah berulang air kotor yang ada di masukan kembali, didapatkan air yang cukup jernih dan bersih. Diharapkan dengan alat penjernih air yang sederhana yang berhasil mereka buat, tumbuh kreatifitas dan inovasi baru dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang ada dilingkungan sekitar para siswa. (SAN )
Sumber : Buku Prakarya - Kemdiknas











.jpeg)
